Tuesday, November 11, 2008

ICUK MENGUNDURKAN DIRI

Icuk Sugiarto, calon ketum PBSI, mengundurkan diri...

JAKARTA - Langkah Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso untuk memimpin PB PBSI periode 2008-2012 bakal berjalan mulus. Sebab, kompetitornya, Icuk Sugiarto, menyatakan mundur kemarin (10/11).

Icuk beralasan tak ingin memecah belah bulu tangkis Indonesia menjelang Musyawarah Nasional (Munas) PBSI pada 13-15 November nanti di Jakarta.

''Saya ingin bulu tangkis Indonesia tetap solid. Saya percaya hal itu bisa dijalankan dengan baik oleh Panglima TNI Djoko Santoso,'' ujar Icuk di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, kemarin.

Juara dunia 1983 itu menegaskan, pengunduran dirinya dilakukan dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak lain.

Dia menyadari pengunduran dirinya bakal mengecewakan banyak pihak, termasuk 21 pengurus provinsi (pengprov) yang telah mendukung dirinya.

Karena itu, Icuk sekaligus meminta maaf kepada mereka. ''Saya mengucapkan terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan. Namun, saya akhirnya tak bisa memenuhi keinginan mereka agar saya terus maju di arena munas. Untuk itulah, saya mohon maaf,'' ujarnya.

Hanya, Icuk mengaku telah bertemu muka dengan Djoko sebelum mengundurkan diri.

Pengprov yang mendukung dirinya pun sudah mengetahui keputusan yang diambil sebelum mengumumkannya.

Namun, dia menegaskan, pertemuan dengan Djoko itu tidak membuahkan hasil apa pun.

Dirinya justru akan memberikan peluang bagi Djoko untuk maju sebagai calon ketua umum menggantikan Sutiyoso.

''Saya hanya melihat Pak Djoko memiliki keinginan kuat untuk memajukan bulu tangkis. Itulah yang membuat saya harus mendukung,'' tegasnya.

Meski tidak lagi berambisi menjadi ketua umum PB PBSI, Icuk mengaku akan tetap ikut mengembangkan bulu tangkis tanah air.

''Diminta atau tidak, saya akan tetap mengabdi pada bulu tangkis,'' ujarnya.
Menurut AD/ART, Icuk sebenarnya sudah terganjal persoalan administrasi untuk maju ke munas.

Ketika menjabat ketua umum Pengprov PBSI DKI Jakarta, dia terkena sanksi skors hingga awal Desember nanti.

Meski telah mundur dari pencalonan ketua umum itu, dia tetap menggeber aksi simpatik dengan memasang spanduk dukungan yang dipasang di Jl Asia-Afrika dan Jl Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta.

Sementara itu, Taufik Hidayat dan Hendra Setiawan mewakili para pemain Pelatnas Cipayung berharap mendapatkan hak untuk memberikan masukan kepada ketua umum.

''Kami ini aset PBSI. Seharusnya mereka melibatkan kami untuk menyusun program kerja dengan lebih baik,'' ungkap Taufik.

Sementara itu, untuk memanasi munas, mulai hari ini akan diselenggarakan kejuaraan nasional di Gedung Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Jakarta

(Sumber : Jawapos)

No comments: